Saturday, November 25, 2006

kisah gendongan 'jarik' vs gendongan 'bagus dan mahal'

lama banget ya aku nggak posting blog ini, rada rada lupa ngkali ya. niat sih tetep ada cuma kok ya itu tadi pasti ada aja yang kudu dikerjain dan ada aja yang bikin males buka komputer.

aku baru pulang dari singapore, abis bawa Balqiz untuk kontrol matanya ke Prof. Dr. Ong Sze Guan. rencana awal sebenarnya mau operasi untuk buka 'buckle' matanya dan semuanya sudah siap, tetapi setelah diperiksa lagi, Prof. Ong tidak merasa perlu untuk membuka 'buckle' tersebut jadinya batal operasi dan sepanjang tidak ada iritasi atau 'something wrong' besar kemungkinan sampai seterusnya tidak perlu untuk dibuka. Dalam jangka waktu 6 bulan sampai 1 tahun Balqiz harus kontrol lagi ke sana. Ya Insya Allah ya nak ada rejeki dan kesehatan jadi kita bisa kontrol kesana.

Awalnya sempat rencana berangkat terancam batal, karena tiba-tiba saja 3 hari sebelum berangkat Balqiz panas!! ufff..... cepet aja ke dr. Idham. enggak ketahuan panasnya karena apa, dan dr. Idham wanti wanti banget kalo sampai 24 jam kedepan panasnya nggak turun juga, batal pergi...... duh tiketku.... hotelku piye ceritanya nih kalo batal..... tapi Alhamdulillah kondisi Balqiz membaik dan stabil hingga saatnya harus terbang. Alhamdulillah juga mungkin karena masih pengaruh obat jadinya selama perjalanan nggak rewel. tapi hehehe..... sempat juga ding rewel sedikit dan jadi perhatian orang di bandara.... Balqiz nangis jerit-jerit!! gara gara salah gendongan!!!

Emang anak gue, anak kampung ya, biasa pake gendongan kain 'jarik'. jadi percuma aja gue beliin gendongan dengan merk 'chicko' yang mahalna lumayan (300an ribu bo!!).... tetep aja yang dicari gendongan 'jarik'.........

Yang protes ya si abang, laki gue!! wanti wanti banget jangan pake gendongan 'jarik', malu-maluin!! udah perginya ke luar negeri.... duduk di klas bisnis pula.... kesannya gue jadi kayak mbok-mbok banget katanya. hahahahaha...... padahal sih buat gue sendiri ya masa bodoh dech orang mau ngomongin apa yang penting anak gue nyaman dan nggak rewel!! gue malas berdebat.... jadinya ya gue pake gendongan 'bagus dan mahal' itu.... tapi diem diem di tasnya Balqiz tetep si 'jarik' aku bawa.

Berhubung hari kerja dan jarak pondok gede menuju bandara nun jauh disana, kudu menembus kemacetan pagi hari, berangkatlah kita jam 8 pagi. aman dan terkendali karena sepanjang perjalanan Balqiz memang waktunya tidur pagi.

Sesampai di bandara..... eng ing eng.... sesuai dengan prediksi gue!! biasa dech insting emak-emak (caila....hahahaha....) Balqiz bangun dan mulai 'ng....ng...ng' dibantu sama abang, masuklah Balqiz ke dalam gendongan! dan seketika..... mulailah aksinya dengan menjerit jerit!! dalam hati gue udah ketawa sendiri cuma kan repot !! kudu mengendalikan anak nangis, trus ngeliatin tas-tas sementara abang mulai dech rada rada 'bete' karena balqiz nangis....

oiya, waktu itu Balqiz juga lagi seneng senengnya ndengerin barisan 'ring tones' di hp... mulailah gue mengeluarkan hp gue buat mencoba menjinakkan Balqiz. mempan dech. cuma si abang yang melotot 'brisik!'..... hehehehe.... gue ketawa aja, mana yang mau diturutin nih, kemauan anak ato suami.

cuma ya itu antengnya Balqiz bertahan hanya sebentar karena sebenarnya inti persoalannya adalah dia tidak merasa nyaman berada didalam gendongan 'bagus dan mahal' itu. merontalah dia, menjeritlah dia, dengan suaranya yang lantang dan bening itu. jadi sepanjang check in, ngurus fiskal, antre di imigrasi gue menjadi 'seleb mendadak' diliatian orang banyak. duh jangan jangan gue dikira penculik anak yang mau bawa kabur ni anak keluar negeri......

lepas urusan imigrasi cepet cepet dech ke lounge GIA. uf....... cepet naruh Balqiz di sofa dan 'cep' otomatis berhenti nangisnya!! lega banget........ akhirnya senjata pamungkas keluar juga, si 'jarik' dikeluarkan dan gendongan 'bagus dan mahal' itu masuk tas. jadilah gue yang kata laki gue 'mbok mbok' hahahahaha.....

bener juga ngkali ya, soale badan gue sekarang kan super gendut, trus bawa anak pake gendongan 'jarik' y sudahlah mbok mbok banget. nggak apa-apa dech. terserah deh orang yang ngeliat ngomong apa yang penting Balqiz anteng!!! nyaman didalam si 'jarik'

Saturday, October 14, 2006

tantri..........



aku baru pulang dari menjenguk tantri. musim kemarau jadi rumput dipusaranya agak kering, walaupun sudah ada yang merawatnya tapi tetap saja tidak bisa mengalahkan teriknya mentari.

tantri tamayanthi utami, setahun yang lalu ayah bunda hanya sesaat saja bisa memelukmu, bisa menciummu. bunda yakin kamu sekarang sudah bahagia, senang dan yang penting tidak ada lagi kesakitan yang kamu rasakan nak.

Friday, October 13, 2006

malaikatku...... tantri tamayanthi utami


setahun yang lalu...............
setahun yang lalu aku dan abang berada di ICU RSIA Hermina Jatinegara, disisi tantri, mendampingi saat-saat terakhir tantri. sedih rasanya jika ingat. Walaupun aku sangat yakin kalau Allah telah menempatkan tantri berada di surgaNya. tapi tetap saja rasa kehilangan itu ada.

setahun yang lalu 13 oktober 2005 setiap detik kebersamaan dengan tantri amat sangat berharga. kondisinya saat itu sudah amat sangat 'drop', tantri sudah 'koma', hanya bunyi mesin dan grafik di monitor yang menunjukkan bahwa tantri masih bertahan. entah apa yang tetap membuatnya bertahan. mungkin karena dia merasa kehangatan dan kasih sayang ayah dan bundanya disisinya, atau mungkin juga karena dia masih ingin terus berjuang untuk bisa sembuh? kata suster frieska yang malam itu bertugas 'tantri bertahan karena semangat ayah bundanya'. infeksi pada paru-parunya membuat pembuluh darahnya pecah. masih terasa di jariku saat aku meraba dadanya.... bergemuruh!! seperti sebuah ceret yang airnya penuh mendidih.... anakku sayang.

tantri tamayanthi utami, kembar ketigaku. cantik, mungil sekali. nama tengah tantri diambil dari nama perawat yang membantu aku saat menjalani perawatan program IVF di penang. menurutnya arti 'tamayanthi' dalam bahasa hindi adalah 'cantik'

Sunday, September 17, 2006

happy birthday


Hari ini 17 september 2006 ulang tahun anakku, Alifah Aishah Utami, Balqiz Baika Utami dan Tantri Tamayanthi Utami (alm). genap usia 1 tahun..... wah masih terekam dengan jelas saat saat yang harus aku lewati setahun yang lalu.

tengah malam aku masih terbangun untuk pipis terus tertidur lagi. abang tidur disofa. aku saat itu sudah hampir 2 minggu bed rest di rsia hermina jatinegara di kamar 203.
jam 2 dini hari aku terbangun lagi, pengen pipis.... lagi mikir nih aku mau mbangunin abang atau manggil suster untuk bantu aku pipis.... tapi tiba-tiba ser............ serasa seperti balon meletus dan terasa rembesan air 'ketuban pecah nih!!' otomatis aku teriak mbangunin abang dan mencet bel manggil suster.... bener aja!! ketubanku pecah dan dengan proses cepat aku langsung di bawa ke lantai 1 untuk persiapan melahirkan.

panik, bingung, deg degan wah semuanya campur aduk.... karena kandunganku baru masuk minggu ke-30!! masih 12 minggu lagi seharusnya.
walaupun sudah diupayakan untuk menghentikan kontraksi dengan obat, infus plus bed rest total........... akhirnya tetap tidak bisa juga bertahan.

masuk ruang operasi pukul 03.30. rasanya? wah udah nggak karu-karuan yang aku rasakan. mencoba untuk tetap tenang itu saja, supaya aku nggak panik dan tidak sesak nafas!! semua sudah siap mengelilingi meja operasi. dr Setyo, dr. Idham dan entah siapa lagi udah nggak konsen merhatiinnya.... (berhubung nggak pake kacamata juga ngkali!) pukul 04.25 lahir Alifah, 04.27 lahir Balqiz dan 04.29 lahir Tantri. ke-3 bayi cantikku. Alhamdulillah

Wednesday, September 6, 2006

mitra netra 2

nerusin cerita kemaren,
ya, di mitra netra aku ngeliat gimana sebuah buku braille di proses. dibilang rumit juga nggak tapi gak gampang juga. yang sedang jadi problem adalah mesin pencetak buku braille hanya punya 1 dan itupun sedang rusak, sementara saat ini mitra netra pinjam mesin ke depdiknas. proses perbaikan mesin pencetak braille itu rada lama karena harus menunggu spare part yang nggak ada di indonesia! harus nunggu 3-4 bulan untuk bisa mendatangkan spare part.....

terus ada proses pembuatan "talking book", jadi buku-buku yang tidak memerlukan gambar atau simbol-simbol bisa dijadikan "talking book" berupa kaset atau cd. aku ngeliat proses dubbing-nya.

terus ada kursus komputer. jadi penyandang tunanetra bisa lho pake komputer. kalo soal keyboard, mereka gampang menggunakannya karena pasti bisa mengetik dengan 10jari, toh tombol2 keyboard adalah standard. trus gimana dengan monitor? mereka gak perlu monitor.... (ya iyalah....!) dan ini dia.... ada software yang di install sehingga para penyandang tunanetra bisa tau mereka sedang berada di "my document", sedang berada di "windows explorer" dengan bantuan speaker.... wah salut buat mitra netra yang menciptakan software itu. "wow!"

dan mereka juga punya perpustakaan.