Monday, December 11, 2006

THE COURTESY RULES OF BLINDNESS

Ten simple, straightforward pointers which encourage sighted persons to feel comfortable and at ease with blind persons, is also helpful to know.

When you meet me don't be ill at ease. It will help both of us if you remember these simple points of courtesy :

  1. I'm an ordinary person, just blind. You don't need to raise your voice or address me as if I were a child. Don't ask my spouse what I want - 'Cream in coffee?"- ask me
  2. I may use a long white cane or a guide dog to walk independently; or I may ask to take yours. I'll keep a half-step behind to anticipate curbs and steps.
  3. I want to know who's in the room with me. Speak when you enter. Introduce me to the others. Include children, and tell me if there's a cat or dog.
  4. The door to a room or cabinet or to a car left partially open is a hazard to me.
  5. At dinner I will not have trouble with ordinary table skills.
  6. Don't avoid words like "see." I use them, too I'm always glad to see you
  7. I don't want pity. But don't talk about the "wonderful compensations" of blindness. My sense of smell, touch, or hearing did not improve when I became blind. I rely on them more and, therefore, may get more information through those senses than you do - that's all.
  8. If I'm houseguest, show me the bathroom, closet, dresser, window-the light switch, too. I like to know whether the light are on.
  9. I'll discuss blindness with you if you're curious, but it's an old story to me. I have as many other interest as you do.
  10. Don't think of me as just a blind person. I'm just a person who happens to be blind.



(oleh-oleh dari valunteer gathering's day............... bahasa indonesianya apaan yak? hehehehe...)




volunteer gathering's day

Kemarin aku datang ke acara volunteer gathering's day di yayasan mitra netra. benernya jatuh harinya tanggal 5 desember. seru dan exiting banget dengan acaranya. karena baru kali ini aku lihat teman-teman tunanetra bermain drama. dan ternyata penampilan mereka gak kalah kok dan potensi bakat mereka juga menonjol. hanya saja akses untuk bisa mengembangkan bakat dan potensi mereka itu yang masih amat sangat terbatas.

Aku datang dengan alifah balqiz. alifah dengan riang gembira dan senyum yang lebar berjalan kesana kemari dengan gaya pemabuknya hahahaha...... dia lagi senang senangnya bisa berjalan. sementara balqiz, agak rewel karena sedang mengantuk jadi dia nggak terlalu enjoy dengan situasi yang ada. memang balqiz selalu perlu waktu jika berada di satu tempat yang baru dan asing beserta orang orang yang tidak pernah dikenal sebelumnya.

program yang sedang kita jalani adalah 1000 buku untuk tunanetra dan hingga saat ini belum tercapai. Insya Allah optimis bisa tercapai. jadi.... wahai para teman teman yang 'berpenglihatan' normal bantu teman teman tunanetra dengan mengetik ulang buku buku apa saja dan menyerahkan softcopynya ke yayasan mitra netra. teman teman tunanetra juga mempunyai hak yang sama untuk membaca. 'dengan jari aku melihat dunia'

Saturday, November 25, 2006

kisah gendongan 'jarik' vs gendongan 'bagus dan mahal'

lama banget ya aku nggak posting blog ini, rada rada lupa ngkali ya. niat sih tetep ada cuma kok ya itu tadi pasti ada aja yang kudu dikerjain dan ada aja yang bikin males buka komputer.

aku baru pulang dari singapore, abis bawa Balqiz untuk kontrol matanya ke Prof. Dr. Ong Sze Guan. rencana awal sebenarnya mau operasi untuk buka 'buckle' matanya dan semuanya sudah siap, tetapi setelah diperiksa lagi, Prof. Ong tidak merasa perlu untuk membuka 'buckle' tersebut jadinya batal operasi dan sepanjang tidak ada iritasi atau 'something wrong' besar kemungkinan sampai seterusnya tidak perlu untuk dibuka. Dalam jangka waktu 6 bulan sampai 1 tahun Balqiz harus kontrol lagi ke sana. Ya Insya Allah ya nak ada rejeki dan kesehatan jadi kita bisa kontrol kesana.

Awalnya sempat rencana berangkat terancam batal, karena tiba-tiba saja 3 hari sebelum berangkat Balqiz panas!! ufff..... cepet aja ke dr. Idham. enggak ketahuan panasnya karena apa, dan dr. Idham wanti wanti banget kalo sampai 24 jam kedepan panasnya nggak turun juga, batal pergi...... duh tiketku.... hotelku piye ceritanya nih kalo batal..... tapi Alhamdulillah kondisi Balqiz membaik dan stabil hingga saatnya harus terbang. Alhamdulillah juga mungkin karena masih pengaruh obat jadinya selama perjalanan nggak rewel. tapi hehehe..... sempat juga ding rewel sedikit dan jadi perhatian orang di bandara.... Balqiz nangis jerit-jerit!! gara gara salah gendongan!!!

Emang anak gue, anak kampung ya, biasa pake gendongan kain 'jarik'. jadi percuma aja gue beliin gendongan dengan merk 'chicko' yang mahalna lumayan (300an ribu bo!!).... tetep aja yang dicari gendongan 'jarik'.........

Yang protes ya si abang, laki gue!! wanti wanti banget jangan pake gendongan 'jarik', malu-maluin!! udah perginya ke luar negeri.... duduk di klas bisnis pula.... kesannya gue jadi kayak mbok-mbok banget katanya. hahahahaha...... padahal sih buat gue sendiri ya masa bodoh dech orang mau ngomongin apa yang penting anak gue nyaman dan nggak rewel!! gue malas berdebat.... jadinya ya gue pake gendongan 'bagus dan mahal' itu.... tapi diem diem di tasnya Balqiz tetep si 'jarik' aku bawa.

Berhubung hari kerja dan jarak pondok gede menuju bandara nun jauh disana, kudu menembus kemacetan pagi hari, berangkatlah kita jam 8 pagi. aman dan terkendali karena sepanjang perjalanan Balqiz memang waktunya tidur pagi.

Sesampai di bandara..... eng ing eng.... sesuai dengan prediksi gue!! biasa dech insting emak-emak (caila....hahahaha....) Balqiz bangun dan mulai 'ng....ng...ng' dibantu sama abang, masuklah Balqiz ke dalam gendongan! dan seketika..... mulailah aksinya dengan menjerit jerit!! dalam hati gue udah ketawa sendiri cuma kan repot !! kudu mengendalikan anak nangis, trus ngeliatin tas-tas sementara abang mulai dech rada rada 'bete' karena balqiz nangis....

oiya, waktu itu Balqiz juga lagi seneng senengnya ndengerin barisan 'ring tones' di hp... mulailah gue mengeluarkan hp gue buat mencoba menjinakkan Balqiz. mempan dech. cuma si abang yang melotot 'brisik!'..... hehehehe.... gue ketawa aja, mana yang mau diturutin nih, kemauan anak ato suami.

cuma ya itu antengnya Balqiz bertahan hanya sebentar karena sebenarnya inti persoalannya adalah dia tidak merasa nyaman berada didalam gendongan 'bagus dan mahal' itu. merontalah dia, menjeritlah dia, dengan suaranya yang lantang dan bening itu. jadi sepanjang check in, ngurus fiskal, antre di imigrasi gue menjadi 'seleb mendadak' diliatian orang banyak. duh jangan jangan gue dikira penculik anak yang mau bawa kabur ni anak keluar negeri......

lepas urusan imigrasi cepet cepet dech ke lounge GIA. uf....... cepet naruh Balqiz di sofa dan 'cep' otomatis berhenti nangisnya!! lega banget........ akhirnya senjata pamungkas keluar juga, si 'jarik' dikeluarkan dan gendongan 'bagus dan mahal' itu masuk tas. jadilah gue yang kata laki gue 'mbok mbok' hahahahaha.....

bener juga ngkali ya, soale badan gue sekarang kan super gendut, trus bawa anak pake gendongan 'jarik' y sudahlah mbok mbok banget. nggak apa-apa dech. terserah deh orang yang ngeliat ngomong apa yang penting Balqiz anteng!!! nyaman didalam si 'jarik'

Saturday, October 14, 2006

tantri..........



aku baru pulang dari menjenguk tantri. musim kemarau jadi rumput dipusaranya agak kering, walaupun sudah ada yang merawatnya tapi tetap saja tidak bisa mengalahkan teriknya mentari.

tantri tamayanthi utami, setahun yang lalu ayah bunda hanya sesaat saja bisa memelukmu, bisa menciummu. bunda yakin kamu sekarang sudah bahagia, senang dan yang penting tidak ada lagi kesakitan yang kamu rasakan nak.

Friday, October 13, 2006

malaikatku...... tantri tamayanthi utami


setahun yang lalu...............
setahun yang lalu aku dan abang berada di ICU RSIA Hermina Jatinegara, disisi tantri, mendampingi saat-saat terakhir tantri. sedih rasanya jika ingat. Walaupun aku sangat yakin kalau Allah telah menempatkan tantri berada di surgaNya. tapi tetap saja rasa kehilangan itu ada.

setahun yang lalu 13 oktober 2005 setiap detik kebersamaan dengan tantri amat sangat berharga. kondisinya saat itu sudah amat sangat 'drop', tantri sudah 'koma', hanya bunyi mesin dan grafik di monitor yang menunjukkan bahwa tantri masih bertahan. entah apa yang tetap membuatnya bertahan. mungkin karena dia merasa kehangatan dan kasih sayang ayah dan bundanya disisinya, atau mungkin juga karena dia masih ingin terus berjuang untuk bisa sembuh? kata suster frieska yang malam itu bertugas 'tantri bertahan karena semangat ayah bundanya'. infeksi pada paru-parunya membuat pembuluh darahnya pecah. masih terasa di jariku saat aku meraba dadanya.... bergemuruh!! seperti sebuah ceret yang airnya penuh mendidih.... anakku sayang.

tantri tamayanthi utami, kembar ketigaku. cantik, mungil sekali. nama tengah tantri diambil dari nama perawat yang membantu aku saat menjalani perawatan program IVF di penang. menurutnya arti 'tamayanthi' dalam bahasa hindi adalah 'cantik'