Monday, January 1, 2007

2007

satu tahun lagi sudah terlewati. apa yang aku dapat di 2006? sudahkah 2006-ku menjadi lebih baik dari 2005-ku? dan apa yang menjadi rencana 2007-ku?

secara keseluruhan, 2006 menjadi tahun bahagiaku, dengan adanya alifah balqiz hidupku menjadi punya warna lain. walaupun ada beberapa kekecewaan dan kesedihan yang aku alami (terutama karena keingkaran akan janji2 yang pernah terucap untukku) namun tertutupi oleh kehadiran alifah balqiz. sekali lagi aku lebih memilih menjadi air yang mengalir pelan dan tenang.

dan untuk 2007....
  • nurunin berat badan jadi 50kg dech (pengennya kayak dulu, 40-42 kg ... tapi kok rada impossible ya....hehehehe)
  • kembali ke bangku 'sekolah' untuk membantu balqiz
  • memperbaiki keimanan & takwaku yang 'mungkin' sempat goyah (mungkin karena perang bathin yang telah aku alami)
  • menjadi orang yang lebih sabar dan kuat lagi
be better than 2006!!!

Saturday, December 30, 2006

lebaran.....iedul adha

lebaran...............,
entah ya aku jadi terkadang bingung sendiri.
sejak aku married dengan abang, ini adalah kali ke sekian merayakan lebaran dengan hari yang berbeda. Keluarga besar abang adalah pengikut Muhammadiyah. sementara aku dibesarkan dalam sebuah keluarga yang lebih berpaham netral. dan kali ini pun lebaran iedul adha dirayakan dengan perbedaan hari.

sebenarnya adalah hal yang sangat wajar adanya perbedaan, dalam sebuah kehidupan selalu ada perbedaan. jadi memang bukan masanya lagi untuk membicarakan perbedaan itu tetapi bagaimana menyelaraskan perbedaan itu sehingga menjadi sebuah harmoni kehidupan yang indah.

ditahun-tahun lalu, aku masih bisa untuk meramaikan lebaran dengan seru, tapi tahun ini rasanya hambar aja. nggak ngertilah, mungkin dari dalam diriku sendiri yang 'salah' .
seperti lebaran iedul fitri kemarin yang juga berbeda, abang berangkat sendiri duluan ke tomang untuk sholat ied, baru aku dan anak-anak nyusul.

mungkin karena anak-anak masih kecil sehingga aku masih merasa kerepotan jika harus membawa mereka pagi-pagi. karena otomatis semua rutinitas akan terganggu, waktu makan mereka, waktu tidur mereka, dan akhirnya karena terganggu ya bukan kenyamanan yang anak-anak rasakan malah jadi rewel.... akibatnya ya aku dan pengasuh anak-anak juga yang kerepotan. jadi ya setelah mereka selesai rutinitas pagi hari dan saatnya waktu bermain, aku baru bisa bawa anak-anak untuk bepergian.

dan aku juga tahu sebenarnya abang pengennya kita bisa sama-sama perginya. tapi,please deh ngertiin kebutuhan anak-anak. ya itu kalo sampai mereka rewel dan bad mood, toh abang juga tidak banyak yang bisa dilakukan, yang menghadapi kerewelan anak-anak tetap aja kan aku dan pengasuh!! (hahahaha....kok jadi curhat yak!)

Sunday, December 24, 2006

1000 Buku Untuk Tunanetra

Buku adalah jendela dunia. Kita bisa belajar melalui buku. Dengan membaca buku, kita akan mendapatkan informasi, memperluas wawasan, memperkaya perbendaharaan kata, mengasah kecerdasan emosi dan spiritual, serta mendapatkan hiburan. Betapa banyak yang bisa kita dapat dari buku!

Lalu, bagaimana dengan tunanetra yang punya hambatan dengan penglihatan? Bagaimana cara mereka membaca buku? Dan, di mana mereka bisa mendapatkannya?

Fakta menunjukkan, tak satupun toko buku dan perpustakaan umum menyediakan buku untuk tunanetra. Oleh karenanya, harus ada lembaga yang secara khusus melakukannya.

Yayasan Mitra Netra hadir di tahun 1991, memberikan solusi untuk mengatasi masalah keterbatasan buku bagi tunanetra

Bagaimana bentuk buku yang dapat dibaca tunanetra?

Dengan adanya hambatan penglihatan, tunanetra harus menggunakan indra yang lain untuk membaca. Oleh karenanya, buku untuk tunanetra dapat berupa:

BUKU AUDIO (audio book/talking book)

Buku ini berbentuk kaset (analog talking book), atau CD (digital talking book).

Proses pembuatannya adalah:

  • Naskah buku dibacakan sekaligus direkam dalam komputer
  • Kemudian dicopy ke dalam kaset atau CD

Keunggulan buku audio dengan teknologi digital adalah terdapat fasilitas "mencari", baik per halaman atau per bab, sehingga mempermudah tunanetra dalam menggunakannya.

BUKU BRAILLE.

Proses pembuatannya adalah:

  1. Mengetik naskah buku dalam dokumen "word"
  2. Melakukan penyuntingan (editting)
  3. Mengubah dokumen word menjadi dokumen Braille dengan menggunakan perangkat lunak Mitranetra Braille Converter (MBC) atau perangkat lunak lain sejenis dan memformatnya.
  4. Mencetak dengan menggunakan mesin "embosser" (mesin cetak Braille).

BUKU ELEKTRONIK (e-book)

Buku ini dibaca oleh tunanetra dengan menggunakan komputer bicara, yaitu komputer yang dilengkapi dengan perangkat lunak pembaca layar.

Proses pembuatannya:

  • Mengetik naskah buku dalam dokumen "word"
  • Melakukan penyuntingan (editting)
  • Mengubah dokumen word menjadi dokumen HTML sehingga mudah dibaca oleh tunanetra.

Pembuatan buku dalam bentuk buku elektronik ini akan memangkas sebagian proses produksi yang harus dilakukan jika buku dibuat dalam bentuk buku Braille, yaitu proses konversi dari dokumen latin menjadi dokumen dalam format Braille, serta proses pencetakan.

Menyadari begitu pesatnya perkembangnan buku di satu sisi, dan terbatasnya kemampuan Yayasan Mitra Netra di sisi lain untuk menyediakan buku yang dapat dibaca tunanetra, diperlukan upaya strategis untuk membantu pekerjaan tersebut menjadi lebih cepat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melibatkan partisipaisi masyarakat secara luas menjadi relawan, khususnya dalam produksi buku Braille dan buku elektronik. Oleh karenanya, pada akhir tahun 2005, Yayasan Mitra Netra memulai program SERIBU BUKU UNTUK TUNANETRA.

labaika allahuma labaika


labaika allahuma labaika,
ya Allah Engkau telah memberikan seruan panggilan kepada kedua kakak kami untuk datang menjadi tamu-Mu di Tanah Suci-Mu dan Insya Allah menjadi haji yang mabrur. Amien

Baru pulang dari antar bang Cherul dan Teh Nung yang hari ini berangkat menunaikan ibadah Haji. Sempat ketemu dan say hello dengan Bapak/ Ibu Arnus, Mahmil, Bu Nana. ya titip titip dech Teh Nung-nya ke bu Arnus. Insya Allah semuanya akan berjalan lancar.

Rame dan senang aja liat orang berangkat haji, dan inget aja jadinya ma suasana saat kita juga berangkat haji akhir tahun 2004. Duh pengen banget bisa ikut pergi lagi. kalopun nggak berangkat haji, ya umroh-lah. Insya Allah ada waktunya, ada rejekinya, ada umurnya. Amien.

Friday, December 22, 2006

hari ibu


selamat hari ibu.
benernya dari dulu aku deket sama ibu, tapi yang bener-bener deket rasanya baru 5 tahun terakhir ini. Ibu ku wanita hebat!! dia selalu ada saat aku down, saat aku bener bener butuh seseorang untuk bersandar. all in diriku rasanya ibu yang paling tahu. dan rasanya ibu selalu punya feeling kalo ada sesuatu dengan diriku dan akhirnya juga aku nggak bisa umpetin juga ke ibu, ibu selalu tahu.

walo nih.... walo kadang kadang sebel juga kalo mulai dech cerewetnya keluar.... bla...bla...bla.... dan sebel juga kalo dihadapkan pada posisi yang terjepit berada di tengah-tengah ya misalkan antara ibu atau suami, atau antara ibu dan adik-adikku... uf sebel banget kalo pas ada di posisi itu, yang akhirnya bikin aku cuma bisa diam saja.

sehari aja nggak ketemu sama ibu rasanya aneh banget, makanya kadang kadang aku suka cari-cari alasan aja buat nyebrang ke rumah ibu walo benernya nggak ada perlu-perlunya aku kesana, cuma sekedar liat si ibu lagi ngapain, dah itu aku pulang lagi. trus suka bikin pembantu di rumah ibu sebel juga ngkali ya bolak balik aku selalu tanya 'ibu lagi ngapain?' hahahaha.....

i love you so much mom!! nggak ada duanya dech ibu ku.