Tuesday, September 5, 2006

mitra netra


Hari ini, aku punya pengalaman baru, dan punya sebuah wawasan baru yang berharga. Dan semua ini aku lakuin untuk Balqiz. Hari ini aku masuk sebuah komunitas yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya?

Apa yang ada dalam benak kamu jika mendengar “tunanetra” ?
tukang pijet
cacat
rasa iba
masa depan suram
Bla…bla…bla….

BALQIZ BAIKA UTAMI, kembar ke-duaku adalah penyandang “tunanetra” karena ROP (Retinopathy of Prematurity) stadium 5.

Tidak ada waktu untuk menyesali
Tidak ada waktu untuk ber “andai – andai”
Yang ada saat ini adalah ; bagaimana membuka jalan untuk masa depan yang cerah, bagaimana agar Balqiz menjadi pribadi yang tegar, mandiri, berpendidikan dan bermoral yang baik. Bagaimana menjadikan Balqiz menjadi pribadi yang berguna bagi dirinya sendiri, bagi lingkungannya, bagi masyarakat.

Yayasan mitra netra !
www.mitranetra.or.id
Tadi pagi aku berkunjung ke YMN, disana aku banyak “ngobrol” dengan ibu Aria Indrawati, beliau juga penyandang low vision. Terbukalah wawasanku bahwa ada “sebuah gunung es”, ya ternyata penyandang tunanetra cukup banyak hanya saja yang muncul ke permukaan bisa terhitung. Dan karena fenomena “gunung es” tadi sehingga di negri tercinta ini teramat minim sekali fasilitas publik bagi komunitas tunanetra ini. Dan kalo ngomongin fasilitas publik rasanya bukan hanya untuk tunanetra saja, para teman-teman yang mempunyai keterbatasan lain pun juga minim fasilitas.

Ditoko buku, baru disadari kan kalau tidak ada buku braille yang disediakan untuk mereka. Padahal yang perlu buku kan gak hanya kaum “berpenglihatan”.

Bersama dengan ibu Aria, aku jadi “melek” dan terutama lagi aku jadi gak gamang lagi dengan kebutuhan Balqiz. Dan, berusaha sekuat mungkin untuk membuka
jalan demi masa depan yang cerah untuk Balqiz.

Monday, September 4, 2006

my family.............


Hai..... inilah keluargaku. aku dan suamiku, rustam. Inginnya bisa menjadi rumahtangga sakinah mawaddah warahman. Amien... Amien.... Amien.

banyak sudah yang aku lewati dalam 10 tahun (hampir) ini. hingga akhirnya aku sampai pada titik terendah yang menjadi air mengalir pelan dan tidak kuasa lagi menjadi ombak dan badai yang menerjang. entah disebut pasrah atau malah masa bodoh....(?????) tapi aku tidak punya kekuatan lagi untuk menjadi ombak besar.

yang jelas, aku tetap berusaha membuat dirinya untuk selalu merasa nyaman. tetap berusaha menjadi seorang istri yang menurut suami..... kata ustadz sih, ridho suami adalah ridho Allah SWT.

Dan...................
Hartaku yang tak ternilai!! Alifah Aishah Utami dan Balqiz Baika Utami.
Dan malaikatku Tantri Tamayanthi Utami.
Jalan penuh perjuangan untuk bisa memeluk ketiganya. Allahu Akbar.

Wednesday, August 30, 2006

Hi!

Hehehehehe....... norak abis ya !! gaptek banget ya gue
Ini yang namanya tryal n error ngkali ya. Nyoba bikin blog nih ceritanya. bener bener bikinnya gak pake panduan apa-apa cuma ngandalin step-step dari blogger homepage ini aja. ya lihat ajalah apa jadinya..... hehehehe.

Gini ngkali ya kalo kelamaan otak kagak dipake buat berkarya, buat kerja, buat mikir.....
udah berapa taon sich gue re-sign dari dunia perkantoran ya..... jadi gaptek banget ma komputer. padahal kalo orang tahu gue lulusan dari mana pasti dech diketawain dan akhirnya para temen temen gue pasti berkomentar 'malu maluin almamater!' makanya jadi suka malu kalo ditanya gue lulusan mana, amannya gue bilang 'gue cuma ibu rumah tangga'..... gak nyambung kan.

Ya, sekarang gue bener bener jadi ibu rumah tangga!! ngurus anak, ngurus rumah, ngurus suami ????????!!!!!!!! (emangnya dulu dulu apa?) yack maksud gue, setelah gue brenti kerja dan setahun ini punya anak, yah bener bener dech jadi ibu rumah tangga.