tausiah hari ini :
Wahai para suami!
1. Apa yang memberatkanmu—wahai hamba
Allah—untuk tersenyum di hadapan istrimu ketika masuk menemuinya, agar
engkau memperoleh ganjaran dari Allah Ta’ala?
2. Apa yang
membebanimu untuk bermuka cerah ketika melihat istri dan anak-anakmu,
padahal engkau akan mendapatkan pahala karenanya?
3. Apa sulitnya apabila engkau masuk ke rumah sambil mengucapkan
salam secara sempurna: “Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi
wabarakaatuh,” agar engkau memperoleh tiga puluh kebaikan?
4.
Apakah yang menyusahkanmu jika engkau berkata kepada istrimu dengan
perkataan yang baik, sehingga dia meridhaimu, sekalipun dalam
perkataanmu tersebut agak sedikit dipaksakan?
5. Apakah
menyusahkanmu—wahai hamba Allah—jika engkau berdo’a: “Ya Allah.
Perbaikilah istriku, dan curahkan keberkahan padanya?”
6. Tahukah engkau bahwa ucapan yang lembut merupakan sedekah?
7. Apa yang memberatkanmu untuk membawa hadiah (oleh-oleh) untuk istri dan anak-anakmu ketika engkau pulang dari safar?
8. Luangkan waktumu untuk menemani istrimu membaca al-Qur-an,
membaca buku-buku yang bermanfaat, dan mendatangi majlis ta’lim (majelis
ilmu) yang mengajarkan al-Qur-an dan as-Sunnah menurut pemahaman para
Sahabat.
9. Tahukah engkau wahai hamba Allah, bahwa jima’
(bersetubuh) akan mendatangkan ganjaran dari Allah? Bahkan Nabi
shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:
(( مِنْ أَمَاثِلِ أَعْمَالِكُمْ إِتْيَانُ الْحَلَالِ – يَعْنِى النِّسَاءَ. ))
“Di antara amal perbuatan kalian yang paling utama adalah mendatangi (bersetubuh) yang halal, yaitu dengan istri-istri kalian.”
[Hadits shahih: diriwayatkan oleh Ahmad (IV/231), Abu Nu’aim dalam
Hilyatul Auliya’ (II/26, no. 1391), dan ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul
Kabiir (XXII, no. 848). Lihat: Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no.
441)]
Wednesday, May 1, 2013
Friday, April 19, 2013
melayangkan complain kepada manajemen Trans Jakarta
Hari ini, Jumat 19 April 2013
bersama si kembar, kembali bunda jalan-jalan dengan menggunakan moda angkutan
TransJakarta ato orang lebih senang menyebutnya dengan ‘baswe’. Kesempatan seperti
ini bukan yang pertama kali, karena intinya bagi kami adalah memanfaatkan “quality
time” bersama ayah saat berangkat bersama-sama menuju kantor ayah, dan kembali
ke rumah dengan moda angkutan umum.
Rute yang dilalui adalah naik
dari halte depan Mall Artha Gading menuju Cililitan, dan nantinya akan berganti
koridor di UKI melanjutkan rute tujuan akhir halte Pinang Ranti.
Karena hitungan hari masih
pagi ( pukul 08.30 wib), dan rute yang dijalani juga bukan rute yang ‘sibuk
serta padat’. Si kembar bisa menikmati perjalanan dan bunda pun bisa leluasa menjadi
‘mata’ bagi balqiz bercerita banyak hal.
Hingga kita sampai di halte
UKI, dimana harus berganti ‘baswe’ dengan rute yang berbeda. Alhamdulillah petugas
yang berjaga cukup sigap membantu bunda yang harus menggandeng si kembar di
tangan kiri kanan.
Tidak lama menunggu di halte
UKI, baswe yang menuju Pinang Ranti datang. Cukup banyak penumpang yang turun
saat itu. Dengan sabar menanti mereka turun terlebih dahulu, barulah kita bisa
masuk.
Nah saat mau masuk ke dalam
badan bis tersebutlah, kejadian mengesalkan itu terjadi. Petugas yang berjaga
yang seharusnya mengawasi penumpang turun dan naik badan bis, kalau-kalau ada
yang membutuhkan bantuan/ pertolongan tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Dia
malah bercanda dengan petugas crew halte (kebetulan wanita) dengan menarik
narik tangannya dan menggodanya.
Sementara saat itu bunda
sedang mau melangkah masuk ke dalam bis dengan kedua tangan menggandeng alifah
serta balqiz. Harus menggandeng anak dua serta harus memperhatikan langkah
mereka berdua karena posisi badan bis yang tidak bisa ‘rapat’ dengan lantai
halte. Alifah bisa dengan mudah melangkah walaupun penuh resiko juga bagi
langkah kecilnya, sementara bagi balqiz? Tentunya bunda harus lebih konsentrasi
dalam membimbing langkah balqiz.
Seandainya petugas tersebut
benar menjalankan tugasnya, tentu bisa membantu langkah alifah dan menjaganya
sementara bunda konsentrasi mendampingi balqiz. Kenapa harus lebih konsentrasi
dalam mendampingi balqiz, karena balqiz adalah penyandang tunanetra, sehingga
dia tidak bisa melihat seberapa jauh dia harus melangkah supaya bisa aman masuk
ke dalam badan bis
Namun yaitu, yang terjadi
petugas tersebut, kemudian bunda tahu namanya adalah Rosyid, tetap bercanda
hingga kami sudah masuk ke dalam badan bis dan pintu tertutup.
Apes bagi Rosyid yang
dihadapi adalah bunda! Segera omelan bunda layangkan. Dan sesampainya di halte
pemberhentian akhir Pinang Ranti, bunda mencari petugas berwenang yang saat itu
berjaga. Bunda melayangkan complain dilayani oleh Pak Dadang.
Janji yang diucapkan Pak
Dadang bahwa akan diberikan sangsi kepada Rosyid. Sebenarnya Rosyid juga sudah
meminta maaf kepada bunda. bukan maaf yang penting disini. Namun keteledorannya
dalam bertugas berdampak pada keselamatan penumpang.
Seorang bapak yang mengetahui
peristiwa itu, sempat menyeletuk, “toh gak apa apa kan, ngapain ribut”
hehehehehehe maaf ya bapak tua, bapak salah nyeletuk kok sama bunda!! Apes ya
pak… saya omelin juga.
Maaf, ya akan bunda maafkan. Namun,
sikap ‘bercanda’ dalam tugas akan berdampak pada keselamatan penumpang,
terlebih yang dihadapi adalah penumpang dengan membawa anak, penumpang lansia,
ibu hamil, penyandang disabilitas yang ‘mungkin’ membutuhkan bantuan/
pertolongan.
Mungkin yaaaa, walaupun
mereka mereka sebenarnya membutuhkan bantuan dan kebetulan juga berhadapan
dengan petugas yang ‘lalai’, yakin banget kalau sebagian besar hanya berdiam
diri tidak bereaksi mengajukan complain walaupun di dalam hati memendam
kekesalan.
Jika semua orang bereaksi
diam saja, bagaimana bisa ada perbaikan? Bagaimana bisa penumpang mendapatkan
haknya? Padahal penumpang sudah membayar jasa sebagai kewajiban. Dan bunda juga
membayar untuk 3 orang penumpang.
Makanya bunda bilang, apes
bagi Rosyid karena yang dihadapi adalah bunda, yang tukang complain, tukang ngomel
dan kebetulan juga sedang membawa si kembar dan salah satu dari mereka adalah
penyandang disabilitas tunanetra.
Sebenarnya tujuan complain
tersebut bukan hanya sebagai shock terapy bagi Rosyid bahwa hal yang terlihat
sepele mempunyai dampak besar. Juga menjadi perhatian bagi manajemen yang
artinya belum secara serius memberikan pembekalan bagi petugas lapangan.
Dan membelajaran ajuan
complain juga sebagai proses pembelajaran bagi si kembar. Bahwa jika mereka
merasa ‘hak’ nya tidak bisa terpenuhi, mereka bisa mengajukan complain. Terutama
proses pembelajaran ini bunda tujukan bagi balqiz. Sebagai penyandang
disabilitas, balqiz harus punya keberanian untuk menyuarakan ‘hak’ nya.
Thursday, March 28, 2013
koyo o koyo
memiliki anak diusia yang
sudah tidak ‘muda’ lagi ternyata dampaknya luar biasa ya bagi tubuh ini. 7
tahun lalu saat melahirkan sikembar aku sudah menginjak usia 37 tahun, jadi
hitung saja sendiri berapa usiaku di tahun ini. Terbayang kan bagaimana di usia
tubuh yang sudah tidak muda lagi harus siap sedia setiap saat untuk ‘berlari’
dan tetap gesit mengawasi tumbuh kembang mereka.
Gak bisa dipungkiri sama yang
namanya pegal pegal selalu terasa. Salah satu andalanku untuk meredakan pegal
adalah koyo. Cukup berhasil meredakan pegal atau ketegangan otot di betis,
pundak atau punggung.
Segala macam koyo sudah aku
coba. Dan ada beberapa yang cukup manjur, cespleng. Dannnn ada satu koyo yang
jadi favoriteku. Buat aku, ini koyo mantep banget dan top. Cuma masalahnya
adalah, ini koyo susah ndapetinnya selain emang dari sisi harga juga lumayan,
dan konyolnya lagi, versi yang beredar di sini (Indonesia) gak se-mantep dan
se-cespleng versi negara tetangga. Entah bedanya dimana, tapi emang sensasi
rasa koyonya beda. Bukan karena embel-embel ‘impor’ minded ya.
Ukuran si koyo ini cukup
lebar dan besar. Sehingga bisa dipotong sesuai dengan keperluan, atau kalau
memang area yang mau di ‘relaksasi’ cukup besar ya 1 lembar sudah sangat cukup.
Rasa panasnya gak terlalu nyengat, aturan waktu pemakaiannya dianjurkan dipakai
selama kurleb 8 jam. Biasanya aku pakai dimalam hari. Yang aku rasakan di pagi
hari saat bangun, Alhamdulillah rasanya otot sudah mereda dan rasa pegal
hilang.
Alhasil, jika pada umumnya
oleh-oleh yang diminta seseorang apabila ada yang habis berkunjung ke negara
tetangga berupa coklat, baju, sepatu, miniatur souvenir, tidak berlaku buat
aku. Aku memilih dibawakan si koyo ini. Kadang
kadang jadi bikin geli sama yang dititipin dan dikomenin “jiaaaa jauh-jauh gw
pergi elo mintanya dibawain koyo, dasar nenek-nenek”. Hahahahahaha…. Ya ya ya
harus diakui tubuh ini sudah menua ^_*.
Hayooooo siapa yang mau
ngasih oleh-oleh buat aku ? ditunggu yaaa ^_^
Monday, March 25, 2013
otrik
Lagi seneng, lagi
berbunga-bunga,.. hehehehehehe
Alhamdulillah dapat rejeki.
Alhamdulillah barang yang udah lama banget pengen dipunyai bisa kebeli juga. Insya Allah berkah, dan semoga bisa segera ‘bersahabat’ dengan diriku. Barang apakah itu?
Alhamdulillah barang yang udah lama banget pengen dipunyai bisa kebeli juga. Insya Allah berkah, dan semoga bisa segera ‘bersahabat’ dengan diriku. Barang apakah itu?
Oven!
Yup. Oven listrik. Ato kalo
pinjem istilah gaolnya, Otrik.
Aku ngerasa gak punya passion
di dapur. Jadi apapun yang aku kerjakan di dapur kudu punya syarat, bahannya
mudah dibeli, cara buatnya juga mudah gak pake ribet, gak pake bertele-tele,
dan enak.
Hahahahahaha, syaratnya rada rada edun emang. Dan kalo masih ada yang bisa masakin, mending orang lain aja deh yang masak. Trus kalo masih bisa pesen/ beli ya mending pesen/ beli aja. Kondisi itu dipermudah pulak dengan ayah utam yang emang gak terlalu musingin soal makan/ masakan, makin bersorak sorak gembiralah eikeh.
Hahahahahaha, syaratnya rada rada edun emang. Dan kalo masih ada yang bisa masakin, mending orang lain aja deh yang masak. Trus kalo masih bisa pesen/ beli ya mending pesen/ beli aja. Kondisi itu dipermudah pulak dengan ayah utam yang emang gak terlalu musingin soal makan/ masakan, makin bersorak sorak gembiralah eikeh.
Cumaaaaa setelah si kembar
makin gede, makin ngerti banyak jenis makanan, eikeh gak bisa sorak-sorak bin
leha leha lagi. Tuntutan minta ini itu makin gencar. Jadilah turun gunung juga
dah emake, dengan berbagai peralatan yang dipunyai otomatis ya cuma sedikit
ragam yang bisa dibuat.
Makanya waktu kejadian nemu harta karun berupa mixer yang sudah tersimpan selama 15 tahun di lemari buat aku adalah sebuah keajaiban. Makin banyak variasi yang bisa dibuat. Tapi tetep aja belum bisa macem-macem. Baru sebatas makanan olahan kukus, goreng karena belum punya oven untuk manggang.
Makanya waktu kejadian nemu harta karun berupa mixer yang sudah tersimpan selama 15 tahun di lemari buat aku adalah sebuah keajaiban. Makin banyak variasi yang bisa dibuat. Tapi tetep aja belum bisa macem-macem. Baru sebatas makanan olahan kukus, goreng karena belum punya oven untuk manggang.
Dalam hati niiiiiiiiiii….
Pengen banget punya oven.
Apapun lah oven tangkring atau oven listrik, pokoke punya oven.
Jadilah kalo pas ke mall, supermarket trus liat ada benda oven, cuma bisa memantau harga dan mengelusnya sembari mbatin kapan ya bisa punya oven.
Sempat colek-colek dan berisyarat kepada ayah utam, tapi gak mempan juga thu colak colek eikeh. Dan keiknya gak ngerti juga bahasa isyarat yang udah setengah mampus eikeh lakukan. Alhasil ya wesssss…. Nabunglah. Bener-bener menyisihkan uang sisa belanja dapur yang receh-receh.
Apapun lah oven tangkring atau oven listrik, pokoke punya oven.
Jadilah kalo pas ke mall, supermarket trus liat ada benda oven, cuma bisa memantau harga dan mengelusnya sembari mbatin kapan ya bisa punya oven.
Sempat colek-colek dan berisyarat kepada ayah utam, tapi gak mempan juga thu colak colek eikeh. Dan keiknya gak ngerti juga bahasa isyarat yang udah setengah mampus eikeh lakukan. Alhasil ya wesssss…. Nabunglah. Bener-bener menyisihkan uang sisa belanja dapur yang receh-receh.
Sembari nunggu thu
receh-receh pantes dituker sama oven, jadi demen liat berbagai macam model
oven, memantau harga, mencari informasi plus minus dari jenis-jenis oven. Haissssss
kesannya udah ‘mastercheef’ banget yak mpe segitunya.
Sebenarnya gak juga neko neko kok kriteria ovennya. Yang jelas harus murah terjangkau dengan tukeran uang recehku, trus awet bin bandel dengan kondisi perlistrikan dirumah yang utama gak boros listriknya, trus operasional pemakaiannya juga mudah alias sederhana banget secara eikeh cuma chef abal-abal. Nemulah beberapa kandidat yang diincer. Info dah dapat, barang yang diincer dah ada, tapiiiii lagi lagi kendala ma dana.
Sebenarnya gak juga neko neko kok kriteria ovennya. Yang jelas harus murah terjangkau dengan tukeran uang recehku, trus awet bin bandel dengan kondisi perlistrikan dirumah yang utama gak boros listriknya, trus operasional pemakaiannya juga mudah alias sederhana banget secara eikeh cuma chef abal-abal. Nemulah beberapa kandidat yang diincer. Info dah dapat, barang yang diincer dah ada, tapiiiii lagi lagi kendala ma dana.
Pasti ngebatin, segitu
susahnya sih mau beli oven aja, lagi pulaaaa toh harga oven juga gak semahal harga
berlian 5 karat. Tapi yaaaa namanya emak-emak, begitu ada uang lebih, ato udah
ngumpul kok ya ada ajaaaaaa kebutuhan lain yang lebih urgent untuk di
dahulukan. Alhasil si oven ngalah lagi.
Mpe akhirnya bener-bener si
receh ini terkumpul, segera gak pake lama harus diwujudkan jadi oven,
taraaaaaaaaaaaa ini dia si hitam ovenku. Alhamdulillah rejeki, pas ada promo diskon di C4 jadilah harga ovennya
murah banget 299K saja. Gak sabar jadinya segera pengen bikin ‘sesuatu’
Tuesday, February 19, 2013
ini tandaku, apa tandamu?
Insya Allah bagi para wanita
yang sudah memasuki usia dewasa kehadiran sang ‘tamu’ merupakan rutinitas
bulanan yang wajib dihadapi. Terlebih bagi yang tidak memiliki gangguan
kesehatan pada fungsi reproduksinya.
Banyak faktor yang
mempengaruhi lama atau singkatnya menstruasi berlangsung, demikian juga siklus
kehadirannya.. Memang ada acuan klinis pada umumnya namun biasanya tiap wanita memiliki
‘catatan’ sendiri yang berbeda.
Siklus umum antara 28 hingga
40 harian sering dijumpai. Lama berselang antara 3 hingga 10 harian umum
dihadapi. Gejala yang menyertai secara umum mulai dari lonjakan ‘emosi’, rasa
pegal dan kaku pada punggung dan pinggang, kontraksi pada perut hingga
dibarengin rasa sakit yang menyerang.
aku gak tahu ya, apakah yang
aku alami juga di alami sahabat wanitaku yang lain. Selain tanda umum seperti
yang sudah aku sampaikan diatas, berlalu buat diriku bahwa sebelum aku
mengalami tanda-tanda itu aku selalu mengalami kondisi ‘tiba-tiba menggigil
tanpa sebab yang berlangsung sekitar 3-5 menit’.
Dan kondisi tersebut
terkadang menyiksa banget terutama apabila dalam situasi tersebut aku tidak
bisa segera membuat diriku hangat dengan secepatnya. Kalau tiba-tiba mengalami
kondisi seperti itu aku sedang berada dirumah, bisa cepat lari ke kamar dan
bergelung dalam selimut dengan segera. Biasanya setelah 10 menitan berlalu,
Insya Allah semua kembali menjadi normal.
Namun kalau disaat itu aku
sedang berada di luar rumah dan dalam situasi yang sangat tidak memungkinkan,
misalnya sedang berada di dalam angkutan umum, atau sedang menghadiri sebuah
pertemuan,.. asli tersiksa banget!!!
Tanda unik itu aku ‘sadari’
pun sebenarnya juga terlambat, maksudnya gak sejak jaman awal-awal mendapat
menstruasi. Nyadarinnya malah pas sudah kerja waktu itu, dan yang pertama
membuatku sadar adalah seorang teman kerja.
Celetuknya saat itu ‘keiknya
elo kalo mau mens pasti menggigil deh’
Dan yang membuatku ‘malu’
waktu itu, karena teman kerjaku itu adalah seorang ‘laki-laki’. Meja kerjanya
berseberangan dengan kubikel meja kerjaku saat itu. Wadoh!!! Serasa ditampar
dan maluuuuuuuuuu banget. Ngerasa kok gak care banget ma badan sendiri.
Pernah memeriksakan ke dokter
kandungan disaat aku sudah menikah, diagnosanya waktu itu yak arena adanya
proses perubahan hormon disaat menjelang menstruari dimana efek dari perubahan hormon
tersebut berbeda beda pada tiap wanita.
Jadilah, sejak itu aku jadi
ngeh kalo punya ‘bel’ buat diriku. Kalau tiba tiba ngalamin kondisi menggigil
tanpa sebab, ya artinya aku harus prepare dalam waktu 2-3 harian mendatang akan
menstruasi sehingga kemana-mana pergi sudah siap dengan pembalut dan baju dalam
cadangan ada di dalam tas.
Ini tandaku, dan apa tandamu?
Atauuuuu hanya aku saja yang punya tanda ini ^_^
Subscribe to:
Posts (Atom)
