Thursday, February 2, 2012

in memoriam ayah nadjib



Innalillahi Wa Innailahi Rojiun, Jumat 20 Januari 2012 pukul 12.30 wib telah berpulang ayah mertua, ayah, kakek kami Bapak H. Mochamad Nadjib diusianya yang ke 78 tahun.

Beliau memang sudah lama menderita sakit, kurang lebih kami merawatnya 1,5 tahun sejak serangan stroke di bulan September tahun 2010 yang lalu. secara perlahan kondisinya menurun sejak 3 bulan terakhir.

Kami merawat beliau dirumah, dengan seorang perawat yang mendampinginya selama 24jam dan secara berkala seorang perawat dari rumah sakit juga memantau beliau.

Ayah Nadjib seorang pribadi yang baik, tidak banyak bicara dan semasa beliau masih sehat sangat perhatian kepada anak dan cucu. Beliau sayang sekali kepada Balqiz. Dan satu pesan beliau yang aku ingat di hari pernikahan aku dengan abang, saat sungkem kepada beliau, kata kata yang dibisikkan adalah 'yang sabar ya sama rustam',... Banyak kenangan manis yang terpatri dalam benak semasa beliau sehat.

Selamat Jalan Ayah,.. Semoga tenang disisiNYA


Wednesday, January 4, 2012

@snow world


Edisi bingung mau ngapain aja selama liburan akhir/ awal tahun selama 3 minggu. Karena lagi lagi sang ayah tidak cuti alhasil sang emak yang bingung.

Berenang sudah, ngemall sudah, ke rumah nenek sudah, jajan makan diluar sudah, lantas ngapain lagi??? Akhirnya setelah mendapat info dari sahabat kalau ada wahana snow world di PIM, dan sempet melihat beberapa foto dari teman teman yang sudah kesana, jadilah diputuskan memilih wahana snow world sebagai tujuan.

Lagi-lagi dasar emake penuh perhitungan, dan setelah mendapat cerita dari beberapa teman yang sudah ke sana, diputuskan bahwa jam 10 pagi sudah harus disana supaya terhindar antrian panjang, dan kondisi salju yang sudah mulai kotor kalo sudah siang/ sore. Dan yang penting lagi tidak di saat weekend, karena sudah dipastikan bakalan crowded.

Eng ing eng.. jadilah Selasa, 3 Januari 2012, jam 09.00 pagi sudah meluncur menuju PIM. Hahahaha... sampai di depan PIM-2 gerbangnya masih tertutup rapat, memutarlah menuju gerbang PIM-1. Syukurlah di sini gerbangnya sudah buka dan ternyata sudah ada cukup banyak mobil yang parkir dan..... memenuhi area 'parkir pengemudi wanita' yang tersedia. Hahahahaha... ketahuan kan yang ngemall pagi pagi adalah para ibu ibu ^_*

Segera menuju ke north skywalk dimana arena snow world berada. Benar saja disana sudah ada beberapa ibu ibu yang heboh dengan anak anak mereka. Antri di depan loket, dan bersyukur dapat sesi jam 10.15 sd 10.45. sesi pertama. Harga tiketnya Rp. 55.000,- untuk 30 menit. Orangtua/ pendamping yang masuk ya ikut dihitung tiketnya @_@ *mayan bok*. Di sebelah arena snow world ada arena segway, dan di lantai 1 PIM-2 ada arena ice skating.

Saat kita sampai arena belum dibuka, petugas yang di dalam arena masih sibuk mempersiapkan arena dan menata sepatu sepatu boot yang disediakan. Cukup banyak sepatu boot yang tersedia dan dari berbagai ukuran. mpe sepatu boot buat ukuran orangtua/ pendamping juga disediakan.

Bekali anak dengan jaket dan kaos kaki, kaos tangan kalo ada. Jangan lupa juga bawa baju ganti dikuatirkan setelah bermain akan basah. Utama lagi keiknya kudu sarapan dulu deh anaknya supaya perutnya gak kosong/ dingin.

Jika kakak Alifah dan Ameera (keponakan) sangat excited dan segera mengumpulkan alat alat main yang tersedia dan memilih sepatu boot yang cocok buat mereka, dibaca : yang penting warna pink soal size gak penting, dan segera masuk arena didampingi oleh pengasuh mereka. Namun tidak dengan Balqiz.

Panic attack melanda Balqiz alias tantrum. Teriakannya yang kencang segera bergema diwarnai lelehan airmata di pipi. Area main yang baru dia temui, keriuhan suara ibu ibu dan anak anak disekitarnya, ditambah ketidaktahuan apa yang akan dia alami.

Emake tarik napas panjang dan siap beraksi. Beraksi menulikan telinga, menebalkan muka dan mengacuhkan sekitar, fokus mata dan perhatian tertuju kepada Balqiz. Duduk bersimpuh dilantai bersama Balqiz dan kembali mengulang cerita dan informasi yang sudah sejak malam disampaikan kepada Balqiz. Apa dan bagaimana salju itu, informasi suasana dan kondisi arena yang ada, mainan yang ada dan lain lain.

Kemudian aku mengambil segumpal es/ salju dan meletakkan di tangan Balqiz. Barulah konsentrasinya teralihkan dan mulai reda kepanikannya dan bertanya apa ini apa itu. Perlahan aku geser kakinya masuk ke arena salju mulai mengajaknya bermain dari pinggir arena. Walau masih tersisa tangis dan paniknya tetapi sudah mulai tertarik dan mau bermain.

Sekitar 10 menit kemudian baru Balqiz bisa dibujuk memakai kaos kaki dan mengganti sandalnya dengan sepatu boot. 10 menit kemudian baru mulai mau berjalan jalan dan eksplorasi lingkungan, meraba replika igloo rumah kaum eskimo, meraba replika boneka salju dan mau ikutan berdiri di dekat semburan hujan salju buatan. akhir sesi diakhir dengan loncat loncat diatas es.

Whuaaaaaa 30 menit yang melelahkan menguras tenaga dan perasaan serta berakhir dengan kegembiraan. Alhamdulillah ^_^. Setelah selesai bermain barulah sang emak menyadari betapa banyaknya pasang mata yang memandang aku dan Balqiz. Ah cuek sajalah.... gak kenal ini dan gak minta dibayarin juga kan sama mereka....... ^_^ *edisi emak cuek*

Bonus karena Balqiz bisa mengatasi kepanikannya dan mau belajar mengenal 'sesuatu yang baru', kita menuju ke Jungle World, arena bermain di PIM-1 yang memang sudah dikenal baik Balqiz. Setelah itu baru kita makan siang dan pulang. Emake teler @_@


note : tq vera, atas informasinya



Tuesday, November 8, 2011

bunda@kongres orangtua anak spesial



hanya dua hari terakhir dari batas pendaftaran, akhirnya mantab memutuskan ikut serta dalam kongres Orangtua Anak Spesial yang diadain di wisma handayani, cipete pada tanggal 28 dan 29 Oktober 2011 yang lalu.

sedikit keraguan adalah karena tidak adanya orang yang aku kenal dalam komunitas tersebut, namun ya akhirnya membulatkan tekad saja dan atas niatan menimba ilmu, mengisi otak dan jiwa, sekaligus melepas rutinitas yang sudah mulai membuatku sumpek :(

melihat rangkaian acara yang padat, udah minta ijin sama abang kalau aku akan ambil paket yang menginap saja. exit permit sudah keluar, oke!! terimakasih ayah,...

seru dan sebuah pengalaman yang menarik bisa ikut dalam acara tersebut, karena materi materi yang disampaikan juga bagus dan diskusi yang digelar juga membuat kita kritis serta menyimpulkan banyak hal. walaupun tidak mungkin bisa merubah segalanya dalam sekejap namun paling tidak sudah tersusun banyak langkah yang bisa disampaikan kepada para pengambil kebijakan pemerintah untuk lebih bisa memfasilitasi dan memperhatikan hak hak dari anak anak spesial.

teman sekamarku adalah ibu Rofiqoh dari Banjarmasin, staff sebuah sekolah khusus Autism dan satu lagi ibu Ariyanti seorang terapis klinik Autism dibilangan ciputat.

nah ini dia yang sedikit membuat kekecewaan dan protes aku layangkan kepada panitia kongres, dan bukan hanya aku saja yang merasakan tetapi beberapa orang lainnya yang bisa dikatakan adalah 'minoritas'. kenapa? karena pada akhirnya yang menjadi fokus dan perhatian secara perlahan menjurus ke Autism. kemudian setelah banyak berkenalan dengan banyak orang, ternyata memang mereka adalah para orangtua dari anak anak Autism, para terapis klinik Autism dan para guru guru sekolah khusus Autism.

ya kalau diarahkan dan menjurus ke arah Autism, kenapa diambil judul Orangtua Anak Spesial? karena pada nyatanya tidak mewakili semua kondisi disabilitas. bahkan presentasi dari beberapa pakar yang kemudian sempat aku ajukan pertanyaan, kesimpulan jawaban adalah hanya 'Autism' yang menjadi bidang mereka.

semoga menjadi bahan koreksi dan perhatian dari para panitia dikemudian hari agar tidak menjadikan fokus hanya pada satu kondisi disabilitas saja.

dan................. kegiatan 'me time' keluar dari rutinitas urusan rumah, memang amat sangat aku butuhkan untuk tetap membuatku waras dan bisa berpikir jernih. tetapi tetap saja yang namanya telpon krang kring dari rumah gak bisa dicuekin juga. serbuan laporan, rengekan, tangisan, hingga juteknya abang harus diterima juga :(

keinginan untuk bisa bersantai satu malam lagi, tidak bisa terkabul. harus pulang pada hari Minggu malam @_@



Tuesday, October 25, 2011

14th utamima




bukan sebuah angka yang kecil
kalau ibarat seorang anak, dia adalah seorang remaja yang beranjak dari anak-anak menuju dewasa.

bukan waktu sebentar juga
karena berarti sudah ada 14 x 365 hari yang dilalui bersama

bukan waktu yang lama juga
karena ternyata langkah kita masih sering tidak selaras


25 oktober 1997 - 25 oktober 2011
happy anniversary
14th years


Tuesday, September 27, 2011

manasik haji




selasa, 27 september 2011 kakak alifah mengikuti kegiatan manasik haji di asrama haji. sudah beberapa hari sebelumnya celotehnya selalu tentang manasik, dengan segera bisa hapal juga doa ibadah haji. tampak tidak sabar untuk mengikuti kegiatan. bisa dimaklumi, karena tahun lalu kakak alifah tidak ikut.

pagi pagi sudah bangun sendiri dan segera bersiap. senang sekali kali ini ke sekolah tidak dengan memakai seragam sekolah tetapi dengan baju putih putih. wajah mungilnya tampak sumringah. dan dengan bangga dia pamit sama ayah ;

'ayah! kakak mau naik haji dulu'
'aminnn' ayah dan ibu mengaminkan... Insya Allah nanti dimudahkan Allah kakak alifah dan adek balqiz bisa menunaikan ibadah haji.

kumpul disekolah pukul 07.00 sesuai dengan surat edaran, namun yang terjadi tetep aja ngaret karena ternyata ada beberapa murid yang belum datang. kakak alifah ikut dengan bisa sekolah sementara ibu nebeng ke temen.

sampai di asrama haji yang memang tidak jauh dari sekolah, suasananya bikin haru dan seketika membangkitkan memori beberapa tahun silam saat aku menunaikan ibadah haji. Ya Allah Ya Rabb ingin kembali aku ke rumahMU,..

hanya bisa melihat dari jauh, dan barulah terpikir oleh ibu... duh kenapa ya gak nyoba minta ijin ke sekolah kakak untuk bisa ajak adek balqiz ikut kegiatan ini. pasti adek balqiz seneng sekali. nyesel jadinya :(

dari jauh bisa lihat kalo tampak kakak antusias dan tekun mengikuti rangkaian kegiatan, dari lempar jumrah, tawaf, sa'i kemudian shalat di mesjid.

selesai kegiatan sekitar pukul 10.00 dan......... hehehehe ini neh yang gak enaknya!!! serbuan dari pedagang mainan yang sudah mengiming imingin anak anak, termasuk kakak. akhirnya ibu bilang sama kakak, oke boleh beli mainan tetapi hanya 1 dan adek balqiz juga dibelikan. mikirnya lamaaaaaaaaaa karena tampak semua mainan menarik dan ingin dibeli, hahahahaha.....


Labbaik.. Allahumma Labbaika....