Tuesday, February 10, 2009

update si rara

aslinya males banget!!! duh masalah si rara ini emang bikin semua jadi berantakan. gak hanya hidup dia sendiri yang berantakan, tapi juga orangtuanya dan..... termasuk idup gw!!! *duh dah keluar dah gw-nya*

minggu lalu setelah acara bolos sekolah dilanjutkan kabur dari rumah alias tidak pulang kerumah, aku coba pancing rara. awalnya telpon aku tidak dijawab, aku ganti strategi dengan mengirim sms, akhirnya terbujuklah dia untuk datang kerumah. rara datang kerumah dengan naik taksi BB sesuai dengan instruksi aku masih lengkap dengan seragam sekolahnya hanya saja,... duh dekilnya gak karuan entah kapan terakhir dia tidak ganti baju dan tidak mandi, ya sudah yang penting dia sudah aman berada dilingkungan keluarga, segera dia makan, mandi dan tidur. cukup lama juga tidur siangnya, menjelang maghrib baru terbangun. sampai sisa malam, aku belum juga bertanya apa-apa. pokoknya ingin membuat dirinya merasa nyaman, tenang dulu. setelah makan malam pun dia langsung tidur lagi.

tas yang dibawanya langsung aku periksa, hanya ada 3 buah buku pelajaran yg dibawa, kemudian selembar kaos dan sepatu sandal. sudah tidak ada uang, sudah tidak ada hp (belakangan baru tahu kalo hp sudah dijual dan uangnya dikasih ke genk-nya) hanya tersisa sim card-nya yang langsung aku ambil juga.

esok harinya barulah aku ngobrol banyak. sengaja memang menunggu rumah sepi, si ayah sudah berangkat kantor, alifah balqiz pun sudah berangkat sekolah ditemani pengasuh masing-masing. singkat kata, diperoleh cerita bahwa masalah yang dihadapi lumayan penuh dengan konflik.

berawal dari rasa kecewa kepada orangtua, kemudian rebutan cowok dengan teman, akhirnya sampai pada perkenalannya dengan sebuag genk yang namanya MDC (entah singkatan apa itu) yang anggotanya terdiri dari anak-anak smp, ada yang satu sekolah, ada yang berbeda sekolah dan ada juga yang anak anak putus sekolah. semuanya sebaya dengan rara. sekitar 13-16 tahunan. yang membuat mata terbelalak adalah gaya bermain genk mereka yang sudah terlibat dengan obat obat terlarang dan pergaulan bebas,..... *gubrak,... pingsan dah* nauzhubillah minzhalik,..

yang tidak habis pikir adalah ketaatannya kepada genk-nya ini. apa kata teman pastilah langsung diturutin. disuruh datang maen ya langsung datang, tidak perduli saat itu sudah jam 9 malam, loncat pagar rumah pun dilakonin. disuruh bawa uang pun segala upaya dilakukan supaya punya sejumlah uang termasuk membohongi orangtua, nenek dan akhirnya menjual hp miliknya.

kalo dia membolos dan tidak pulang kerumah, dia bersama genk nongkrong di warnet di daerah kemanggisan sekitar kampus binus. ya sudah makan seadanya seperti makan siomay itupun harus berbagi dengan 2-3 orang teman, tidak mandi, tidak tidur. anehnya rara enjoy aja njalani semuanya. heraaaaaaaaaaaaaannnn!!!! kondisi kenakalan rara diperparah dengan tidak adanya pengawasan, mengingat rara tinggal terpisah dari orangtuanya (walau hanya berjarak 3-4 rumah), dia tinggal bersama kakek-neneknya aka bapak-ibu mertuaku.

setelah ngobrol banyak, ya saat ini 1001 janji sudah diucapkan, 1001 ikrar sudah diutarakan, tapi entah kenapa ya.... hati kecilku mengatakan bahwa rara sama sekali tidak ada penyesalan, dan punya sebuah keyakinan jika sedikit saja ada "celah" sudah pasti, dia akan dengan senang hati kembali bergabung kembali dengan genk-nya itu. kenapa punya perasaan keik gitu? rara masih berulang kali meminta ijin buat pakai internet, minta ijin mo telpon,... sudah pastilah jika kesempatan itu diberikan dia akan segera menjalin kontak dengan teman genk-nya. karena sejak seminggu lalu sejak dia terpancing datang kerumahku, rara putus kontak dengan mereka. laporan dari ibu dan neneknya (ibu mertuaku) mengatakan ada saja yang menelpon ke rumah mereka dan datang mencari rara. dan tiap malam aku selalu membuka sim card rara, selalu masuk sms yang menanyakan dimana keberadaannya dan segera membawa uang untuk dibawa,... waks!!

saat ini rara masih berada di rumahku, tidak sekolah, homeschooling jadinya. tidak ada telpon, tidak ada internet, tidak ada tv, tidak ada main main. yang ada saat ini dia harus belajar, mengingat ketinggalannya akan pelajarang sekolah, dan 2 bulan lagi adalah masa ujian smp-nya.

sementara ini berdasar analisa aku, solusinya adalah "menjauhkan rara dari genk-nya" dan untuk hal itu ada 3 alternatif yang bisa diambil oleh orangtuanya mana yang akan dipilih sebagai penyelesaian masalahnya;
  1. kembali ke sekolah tetapi harus ada pengawasan ketat baik disekolah maupun dirumah oleh orangtuanya selama 24 jam
  2. homeschooling di rumah bunda
  3. membuang masa 1 tahun ini, kemudian meminta surat pindah dari sekolah dan memindahkan rara ke daerah lain jika diperlukan masuk ke pesantren dimana tidak memungkinkan kontak dengan genk-nya.
aternatif 1 tidak disanggupin oleh orangtuanya. mereka tidak mempunyai kemampuan untuk bisa mengawasi rara selama 24 jam dikarenakan mereka harus bekerja dan masih ada 3 orang adiknya yang juga membutuhkan perhatian.

itulah kenapa saat ini diambil alternatif ke-2 yakni homeschooling di rumahku. dan aku benar benar menyiksa rara dengan keras. jam 4.00 sudah aku bangunkan. setelah sholat subuh dia langsung aku awasi belajar hingga waktunya mandi. jika aku pergi mengantar balqiz sekolah ya rara juga ikut ke sekolah balqiz. sambil menunggu dia harus bisa menyelesaikan materi yang sudah aku berikan. sampai dirumah pun kembali dia harus duduk belajar hingga waktu makan siang. setelah makan siang dilanjutkan sholat, tidur siang, jam 3 sudah aku bangunkan dan kembali duduk belajar hingga pukul 10 malam. istirahat beberapa kali sekedar untuk sholat, makan, ngemil. suka tidak suka, rara memang harus belajar jika ingin lulus smpnya dan meneruskan sekolahnya,..... repotnya kalo memang si rara sudah tidak ingin sekolah lagi!!! mengingat pengaruh dari teman teman genknya yang kebanyakan adalah anak anak putus sekolah,...

saat ini sedang berencana konsultasi kepada psikolog/ psikiater, ustadz, kemudian pemeriksaan ke laboratorium dan ke dsog,..

Ya Allah, Ya Rabb,..


Sunday, February 8, 2009

Monday, February 2, 2009

ABG vs RARA

bunda sedang mengingat-ingat sembari ngelamun,.... apa seh yang diinget-inget? masa abg alias masa remaja bunda dulu. apa yang bunda lakukan, siapa yang menjadi teman, lingkungan bergaul, sikap orangtua bunda, dlsb,.. kemudian menarik sebuah garis dengan situasi kondisi yang ada di jaman itu. berlanjut menarik garis ke seberang masa,... membandingkan dengan abg jaman sekarang.

ya jaman sudah berubah, situasi kondisi juga sudah berubah,... buat bunda saat ini sudah menjadi jaman uedan, jaman kepala jadi kaki kaki jadi kepala.



duh, ada apa seh bunda kok tiba-tiba begini?
sedang dipusingkan dengan ulah si abg rara,..
rara ini keponakan bunda.

14 januari kemaren usianya 15 tahun. sekarang dia duduk di kelas 3 smpn di bilangan jakarta barat, sedang menjadi abg yang sulit, ato istilah ekstrimnya lagi, si trouble maker. sulung dari 4 bersaudara ini amat kekanak-kanakan, dan entah kemana arah isi otaknya, bunda tidak tahu. salah pergaulan? salah teman? bisa jadi,.... walaupun tidak menutup adanya alasan lain yang menjadi "akar masalahnya".

sedang menjadi anak pembangkang, apa kata teman lebih di dengar daripada apa kata orangtuanya,... berulang kali membolos dari sekolah bahkan tidak pulang kerumah hingga berhari-hari pun dengan senang hati dilakukan,.. amarah, omelan, tangisan orangtuanya bagai angin lalu berdesir keluar masuk telinga tanpa sempat nyantol sedikitpun.

2 bulan lagi akan berlangsung ujian yang menentukan masa depannya pun tidak dihiraukan,.. dikala siswa lain sedang giat-giatnya belajar, dia lebih memilih "menghilang" tanpa pamit,.. Nekad sudah menjadi nama tengahnya saat ini, sebuah teguran sehalus mungkin pun akan bersambut dengan sebuah tantangan darinya.

harus bagaimana bunda? untuk bisa membantunya keluar dari kemelut ini? sebelum semuanya terlambat! sebelum ada kata penyesalan!,..

Tuesday, January 27, 2009

alifah masuk TPA

sudah sebulan ini Alifah masuk di TPA di dekat rumah. ngerasa dia gak ada yang bisa diajak main lagi kalo sore hari, karena teman-teman tetangga sekitar lingkungan rumah pada masuk TPA jadilah kalo mau main ya nunggu teman-temanya pulang TPA dulu. akhirnya bunda cobalah buat "titip" dulu sebelum beneran serius masuk TPA. bunda kuatir Alifah gak betah duduk lama dan belum bisa ikutan tekun belajar setiap sore. Alhamdulillah masa "titip" selama 10 hari bisa dilalui Alifah dengan baik, bahkan dia selalu semangat buat berangkat "sekolah" tiap sorenya. jadilah bunda daftarin serius di TPA. Alhamdulillah walaupun masuknya tengah-tengah semester, tidak jadi masalah. Jadilah sekarang tiap sore dari hari Senin-Jumat kakak alifah punya aktifitas "sekolah" di TPA.




yang menyenangkan dari hari pertama alifah masuk kelas TPA, gak pernah pake ditunggui di dalam kelas. dia mau masuk sendiri dan memilih sendiri dimana dia mau duduk. bahkan dia juga bisa rapi mengeluarkan buku, alat tulis serta membereskannya setelah pelajaran usai, tanpa ada buku, alat tulis yang tertinggal atau hilang, top dah anak bunda!! Dumb




kalo hari Senin s/d Kamis pelajarannya adalah baca, tulis, mewarnai dari materi buku Iqro. untuk hari Jumat belajar shalat dan doa-doa. Alhamdulillah, bunda tanyakan ke ibu gurunya Alifah bisa ngikutin. sempat sangsi aja, karena model alifah belajar sepertinya tidak menyimak, konsentrasinya gampang pecah, belum lagi dengan tingkahnya yang gak bisa diam, maunya jumpalitan lari sana sini. tapi ya itulah terkadang emake terlalu kuatiran sementara anaknya ternyata mampu dan bisa!! Insya Allah menjadi anak sholehah ya nak,..

cuma satu hal yang agak bunda kurang sreg di lingkungan TPA ini adalah banyaknya pedagang kaki lima yang jualan makanan "gak jelas". sampai saat ini seh alifah gak terpengaruh karena memang bunda tidak pernah mencontohkan "jajan". bunda mensiasati dengan meminta alifah memilih sendiri "cemilan" yang ingin dibawanya dari kotak cemilan yang memang bunda sediakan dirumah. jadilah saat bubaran TPA, dimana teman-temannya sibuk mengerubungi para pedagang, dia heboh sendiri buka tasnya mencari "cemilan" yang dibawanya. bagoooosss!! Thumbs Up


Monday, January 19, 2009

kemi si kurakura

sudah hampir 2 mingguan si kemi, piaraan ayah utam sakit! jadi dibawah ekornya kliatan bengkak, ada sesuatu yang menonjol. entah bisul entah sejenis tumor bunda gak ngerti. dan sudah selama itu pula si kemi gak mau makan. biasanya dia dikasih udang atau ikan. akhirnya setelah bunda paksa si ayah buat bawa ke dokter.





setelah hunting via om gugel dan yellow pages didapat alamat beberapa klinik dokter hewan, ternyata ya memang sih, piaraan ayah utam ini rada-rada susah ndapetin dokternya, beda dengan kucing atau anjing. akhirnya direkomendasikan ke Rumah Sakit Hewan Jakarta, yang ada di Ragunan.



bingung juga si kemi mau dibawa pake apa? akhirnya dimasukkin ke ember,... hahahahaha!! mpe di RS, bunda jadi ketawa sendiri. soale,... pasien antri yang lain, kandangnya pada keren-keren. ya tahu sendiri kan kandang anjing dan kucing kan bagus bagus thu, nah giliran melirik bawaannya si ayah,.... hahahahaha kura-kura didalam ember!!

trus tertawa ke-dua adalah, pas ngisi formulir. bunda tulis aja nama si ayah diisian kolom pemilik hewan,.... disambut dengan gerundelan si ayah kenapa bukan nama bunda yang ditulis,... hehehehe pan yang punya si ayah bukan bunda!!! kekekekekek,..

antri-lah menunggu panggilan. dan selayaknya antri pasien, dimulailah obrolan dari sana sini. ada kucing yang lagi cacingan, ada anjing yang mau di vaksin dan mo minta sertifikat karena mau dibawa ke luar negeri, ada kucing yang katanya lehernya kaku gak bisa nengok kiri kanan *waks..... asli bunda ngempet ketawa pas dengernya* dan,.... yang satu lagi adalah,.. seekor anjing yang mau akupuntur!! waaaaaaaaa asli mpe sakit perut nahan ketawanya.

ya mungkin buat para pemilik hewan dan pencinta hewan hal-hal semacam itu adalah hal yang biasa,... tapi buat bunda yang sama sekali gak suka sama binatang, ya lucu bin aneh bin ajaib aja deh,... maaf!! asli, kalo gak dipelototin ma si ayah, bunda udah nekad mau ambil foto-foto thu para pasien yang sedang antri!! hihihihihi...

akhirnya setelah nunggu kurleb setengah jam, si kemi dipanggil.
"kemi, kura-kura bapak rustam"

asli bunda jadi ketawa lagi,.... whuaaaaaaaaa

serasa dejavu, panggilan nada serupa terdengar kalo si kembar yang ke rumah sakit
"alifah aishah utami, anak bapak rustam"

masuklah ke ruangan pemeriksaan,... waaaaaaaa dokternya cantik banget, namanya drH. Sabrina. diperiksalah si kemi, dengan sebuah permintaan maaf bahwa dia jarang sekali menangani kura-kura!! waks,... dan diperoleh hasil bahwa yang menonjol dan membengkak di bawah ekornya si kemi adalah kloaka/ anus yang keluar dikarenakan ambeien. haah!!! ambeien, gak salah dok? emang bisa yak kura-kura kena ambeien. nyatanya bisa,.... whuaahahahahaha duh keiknya edisi hari ini adalah lucu, geli bin menyebalkan,...




jadilah terapi yang dilakukan saat ini adalah, suntik antibiotik 2 hari sekali selama 1 minggu *jadi 2 hari lagi bunda kudu balik lagi bawa si kemi buat suntik, matek aku!* disamping itu, setiap hari kudu dikompres dengan rivanol dan dikasih salep,.... whuaaaaa ini mah bikin nambahin kerjaan bunda!! waaaa ayo ayah bulan ini bunda di double loh ya gajinya,.... hahahahahaha!!!